A.
Pengertian Internet
Diera globalisasi, negara-negara diberbagai belahan dunia sudah tidak ada
lagi batas dalam mempeeroleh informasi. Dalam waktu yang sama di tempat berbeda
dengan jarak yang jauh sekalipun orang saling bertukar informasi dana
berkomunikasi. Kemajuan teknologi informasi ini tidak hanya dirasakan oleh
dunia bisnis, akan tetapi dunia pendidikan juga ikut merasakan manfaatnya.
Perkembangan teknologi informasi lebih terasa menfaatnya dengan hadirnya
jaringan internet yang memanfaatkan satelit sebagai media transformasi.Hadirnya
internet sebagai sumber informasi ini sangat memungkinkan seseorang untuk
mencari dan menyebarkan segala ilmu pengetahuan dan teknologi termasuk penemuan
penelitian keseluruh dunia dengan mudah, cepat, dan murah, sehingga pertumbuhan
ilmu pengetahuan dan teknologi diharapkan dapat lebih cepat dan merata.Dengan demikian
segala informasi yang ada di internet dapat dijadikan sebagai sumber belajar.
Pengertian internet itu sendiri adalah jaringan (Network) komputer terbesar
di dunia.Jaringan berarti kelompok komputer yang dihubungkan bersama, sehingga
dapat berbagi pakai informasi dan sumber daya (Shirky, 1995:2).Dalam internet
terkandung sejumlah standar untuk melewatkan informasi dari satu jaringan ke
jaringan lainnya, sehingga jaringan-jaringan di seluruh dunia dapat
berkomunikasi.
Sidharta (1996) memberikan definisi yang sangat luas terhadap pengertian
internet.Internet adalah forum global pertama dan perpustakaan global pertama
dimana setiap pemakai dapat berpartisipasi dalam segala waktu.Karena internet
merupakan perpustakaan global, maka pemakai dapat memanfaatkannya sebagai
sumber belajar.
Sedangkan pengertian lain mengenai internet adalah media yang sangat
efektif dalam upaya update informasi dan mencari trasferan ilmu pengetahuan
bagi seorang pendidik. Gaptek adalah sebutan yang tepat bagi pendidik yang
tidak mampu mengoperasikan computer dan tidak tahu dengan internet, padahal di
dunia maya—internet tersebut banyak sekali yang bisa dididapatkan.Informasi di
internet sangat lengkap, dari yang bertaraf nasional hingga internasional semua
ada disini.
Secara umum dapat dikatakan bahwa internet adalah suatu istilah yang
digunakan untuk menggambarkan saling hubungan antar jaringan-jaringan komputer
yang sedemikian rupa sehingga memungkinkan komputer-komputer itu berkomunikasi
satu sama lain.
B. Spesifikasi
Peralatan Internet
Agar kita dapat mengoperasikan internet dengan baik, maka dibutuhkan
perangkat keras dan perangkat lunak yang memadahi.Perangkat keras adalah
komponen-komponen fisik yang membentuk suatu sistem komputer serta
peralatan-peralatan lain yang mendukung komputer untuk melakukan tugasnya.
Perangkat keras tersebut berupa:
1.
satu unit komputer,
2.
modem
3.
jaringan telepon,
4.
adanya sambungan dengan ISP (Internet Service Provider).
Sedangkan perangkat lunak adalah program-program yang diperlukan untuk
menjalankan perangkat keras komputer. Perangkat lunak ini kita pilih sesuai
dengan:
1.
kemampuan perangkat keras yang kita miliki,
2.
kelengkapan layanan yang diberikan,
3.
kemudahan dari perangkat itu untuk kita operasikan dalam (User Friendly).
Perangkat
yang dibutuhkan untuk mengakses internet ;
1.
Komputer/laptop
2.
Modem/HPsebagaimodem+kabeldata
3.
Jaringangantelepon/Hp/Hotspot
4.
Adanya sambungan dengan ISP (Internet Service Provider).
C.
Pengertian Sumber Belajar
Dalam kawasan teknologi instruksional, sumber belajar pada dasarnya
merupakan komponen teknologi instruksional, yang disebut dengan istilah
“Komponen Sistem Instruksional”. Teknologi instruksional adalah proses yang
kompleks dan terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan, dan
organisasi untuk menganalisis masalah, mencari cara pemecahan, melaksanakan,
mengevaluasi dan mengelola pemecahan masalah-masalah dalam situasi di mana
kegiatan belajar-mengajar itu mempunyai tujuan dan terkontrol. Dalam teknologi
instruksional, pemecahan masalah itu berupa komponen sistem instruksional yang
telah disusun terlebih dahulu dalam proses desain atau pemilihan dan
pemanfaatan, dan disatukan ke dalam sistem instruksional yang lengkap, untuk
mewujudkan proses belajar yang terkontrol dan berarah tujuan, yang komponennya
meliputi pesan, orang, bahan, peralatan, teknik dan latar (Setijadi, 1986:3).
Mudhofir (1992:13) menyatakan bahwa yang termasuk sumber belajar adalah
berbagai informasi, data-data ilmu pengetahuan, gagasan-gagasan manusia, baik
dalam bentuk bahan-bahan tercetak (misalnya buku, brosur, pamlet, majalah, dan
lain-lain) maupun dalam bentuk non cetak (misalnya film, filmstrip, kaset,
videocassette, dan lain-lain).
AECT menguraikan bahwa sumber belajar meliputi: pesan, orang, bahan, alat,
teknik dan lingkungan. Komponen-komponen sumber belajar yang digunakan di dalam
kegiatan belajar mengajar dapat dibedakan dengan dengan cara yaitu dilihat dari
keberadaan sumber belajar yang direncanakan dan dimanfaatkan.
Sumber belajar yang sengaja direncanakan (by design) yaitu semua sumber
belajar yang secara khusus telah dikembangkan sebagai komponen sistem
instruksional untuk memberikan fasilitas belajar yang terarah dan bersifat
formal.Sumber belajar karena dimanfaatkan (by utilization) yaitu sumber belajar
yang tidak secara khusus didesain untuk keperluan pembelajaran namun dapat
ditemukan, diaplikasi, dan digunakan untuk keperluan belajar (Setijadi,
1986:9).
Berdasarkan konsep-konsep di atas, sumber belajar pada dasarnya merupakan
komponen sistem instruksional yang meliputi pesan, orang, bahan, peralatan,
teknik dan latar (lingkungan).Dalam makalah ini titik berat sumber belajar yang
dikaji adalah internet.Sedang orang, bahan, peralatan dan teknik merupakan
sumber belajar pendukung.
D. Metode
Pembelajaran Melalui Internet
Pembelajaran berbasis internet bagi siswa sekolah dasar sudah seharusnya
mulai dikenalkan.Untuk itu para guru hendaknya sudah tahu lebih dahulu tentang
dunia internet sebelum menerapkan pembelajaran tersebut pada siswa.Persiapan
yang tak kalah pentingnya yaitu sarana komputer.Tentu saja dalam hal ini hanya
dapat diterapkan di sekolah-sekolah yang mempunyai fasilitas komputer yang
memadai.Walaupun sebenarnya dapat juga diusahakan oleh sekolah yang tidak
mempunyai fasilitas komputer misalnya dengan mendatangi warnet sebagai patner
dalam pembelajaran tersebut.
Setelah semua perangkat untuk pembelajaran siap, guru mulai melakukan
pembelajaran dengan menggunakan sumber belajar internet.Bagi siswa sekolah
dasar tentu saja akses-akses yang ringan yang berkaitan dengan mata pelajaran
yang diajarkan.Disinilah kepiawaian seorang guru ditampilkan dalam mendampingi,
membimbing dan mengolah metode pembelajaran agar tujuan pembelajaran yang
diharapkan tercapai.
Beberapa metode yang dapat dilakukan oleh guru, diantaranya: diskusi,
demonstrasi, problem solving, inkuiri, dan descoveri. Guru memberikan topik
tertentu pada siswa, kemudian siswa mencari hal-hal yang berkaitan dengan hal
tersebut dengan mencari (down load) dari internet. Guru juga dapat memberikan
tugas-tugas ringan yang mengharuskan siswa mengakses dari internet, suatu misal
dalam pembelajaran Bahasa Indonesia siswa dapat mencari karya puisi atau cerpen
dari internet.Siswa juga dapat belajar dari internet tentang hal-hal yang up to
date yang berkaitan dengan pengetahuan. Guru memberi tugas pada siswa untuk
mencari suatu peristiwa muthakir dari internet kemudian mendiskusikannya di
kelas, lalu siswa menyusun laporan dari hasil diskusi tersebut.
Metode-metode tersebut dapat dilakukan guru dengan model-model pembelajaran
yang bervariasi sehingga siswa semakin senang, tertarik untuk mempelajarinya
sehingga proses pembelajaran tersebut menjadi pembelajaran yang bermakna.
Dengan pembelajaran berbasis internet diharapkan siswa akan terbiasa berpikir
kritis dan mendorong siswa untuk menjadi pembelajar otodidak. Siswa juga akan
terbiasa mencari berbagai informasi dari berbagai sumber untuk belajar.
Pembelajaran ini juga mendidik siswa untuk bekerjasama dengan siswa lain dalam
kelompok kecil maupun tim. Satu hal lagi yang tidak kalah pentingnya yaitu
dengan pembelajaran berbasis internet pengetahuan dan wawasan siswa berkembang,
mampu meningkatkan hasil belajar siswa, dengan demikian mutu pendidikan juga
akan meningkat.
E. Penggunaan intenet oleh anak SD
Sebelum memperkenalkan komputer kepada anak, orangtua maupun guru
seharusnya dapat memahami perkembangan pemahaman anak, dimana pada usia 0-2
tahun anak mendapatkan pemahamannya dari penginderaannya. Kemudian usia 2-7
tahun anak mulai belajar menggunakan bahasa, angka dan simbol-simbol tertentu.
Pada usia 7-12 tahun anak mulai dapat berpikir logis, terutama yang berhubungan
dengan obyek yang tampak langsung olehnya.
Yang saat ini perlu menjadi perhatian bagi orangtua maupun guru adalah
bagaimana cara memperkenalkan komputer kepada anak. Hal yang perlu dicoba
adalah dengan program-program aplikasi (software) yang bersifat “Edutainment”
yaitu perpaduan antara education (pendidikan) dan entertainment
(hiburan).Selain itu program (software) aplikasi “Edutainment” tersebut
mempunyai kemampuan menumbuhkembangkan kreatifitas dan imajinasi anak serta
melatih saraf motorik anak.Contohnya program permainan kombinasi benda,
menyusun benda atau gambar (Puzzle) serta program berhitung dan
software-software lain yang didukung perangkat multimedia.
Selain program aplikasi (software), dunia internet semakin berarti bagi
anak-anak.Internet memungkinkan anak mengambil dan mengolah ilmu pengetahuan
ataupun informasi dari situs-situs yang dikunjunginya tanpa adanya batasan
jarak dan waktu. Di samping itu masih ada manfaat lain yang didapat dari
internet, misalnya surat menyurat (E-mail), berbincang (chatting), mengambil
dan menyimpan informasi (download).
Pengawasan dalam penggunaan komputerpun harus lebih ketat, namun tanpa melampaui
batas-batas kewajaran.Coba untuk membeli software yang bisa menghambat
situs-situs porno, kekerasan, pendidikan menyimpang dan situs lainnya yang
dapat merusak kepribadian anak.Ajarkan anak kita untuk menjadi anak yang
mandiri, sabar, jujur, ikhlas, berani, bertanggung jawab, kreatif, kuat dan
berbudi pekerti luhur.
F. Mengoptimalkan Internet Untuk Siswa
Perkembangan teknologi informasi
sedemikian pesat dan menjangkau banyak sekali orang sehingga orangtua sekarang
pun kadang kalah cepat dalam mengakses media baru tersebut. Contohnya adalah
Internet. Di sekolah mereka mendapatkan Internet, namun pada kebanyakan siswa
di rumah tidak ada Internet. Bahkan orangtuanya pun mungkin tidak familiar
dengan medium baru itu.
Belakangan citra buruk Internet
sebagai sumber pornografi sudah mulai berkurang dan isyu-isyu seputar
pemanfaatan Internet untuk kepentingan yang lebih positif mulai tumbuh subur.
Namun jangan sampai seperti media lainnya yang lebih menonjol fungsinya adalah
sebagai media hiburan daripada sebagai media sumber informasi dan pendidikan.
Kalau diibaratkan dengan sebuah kota, maka Internet adalah sebuah tempat yang
sangat luas yang berisi macam-macam tempat dari yang baik hingga yang buruk. Di
sebuah kota misalnya, kita dengan pasti akan mengatakan bahwa ada tempat-tempat
tertentu yang tidak boleh dikunjungi oleh anak kita karena masih di bawah umur,
karena tempat itu rawan, karena biayanya mahal, dsb.
Hal yang persis sama terjadi
di Internet. Itu sebabnya maka peran guru di sekolah menjadi sangat penting
dalam memberikan pemahaman tentang Internet yang memadai kepada siswa agar para
siswa tidak salah jalan. Apakah para guru sendiri sudah ‘get connected’ dan
cukup kritis dalam berinteraksi dengan Internet. Internet memang mulai marak.
Di tempat-tempat bergengsi seperti di ASIA Plaza, MAYASARI , ataupun
warnet-warnet sampai di sudut-sudut sekitar kampus, mudah didapatkan layanan
Internet melalui warnet. Harganya pun relatif terjangkau, paling murah sekitar
Rp 3.000,- sejam.
hal lebih menitikberatkan
pada potensi Internet sebagai salah satu sumber belajar dalam konteks
pendidikan di sekolah. Diantaranya:
a.
Pertama
Internet hanya akan bertindak sebagai sumber dan alat bantu dalam P&P
.Aktiviti pembelajaran hendaklah dirancang dengan teliti oleh guru supaya
internet dapat digunakan dengan berkesan.
b.
Kedua
Komputer dan internet tidak mengubah peranan guru. Malah sebaliknya ,guru
akan sentiasa berusaha untuk meningkatkan pengetahuan dan kemahiran mereka,
khususnya dalam bidang IT. Ketrampilan dan keperibadian yang mulia akan tetap
menjadi tunjang dan ikutan utama.
c.
Ketiga
Penggunaan komputer dan internet dapat mengurangkan beban tugas guru dan murid
di samping setiap kerja dapat dilakukan dengan kemas, teratur dan
sistematik.
d.
Keempat
Internet sangat bermanfaat kepada guru dan murid khususnya dalam menghadapi IT
dan era globalisasi.Perhatian dalam pembelajaran oleh setiap ahli masyarakat, khususnya
warga pendidik.
Di tengah canggihnya kemajuan internet di bidang pendidikan negara-negara lain,
ternyata Indonesia juga tetap mampu berkontribusi untuk mentransformasi
pendidikan di dalam kelas. Tantangan dari pemanfaatan TIK di pendidikan ini
justru bagaimana membuat materi pelajaran di sekolah yang susah dan tidak
disenangi siswa menjadi menarik. Departemen Pendidikan seharusnya menekankan
pemanfaatan TIK di Indonesia itu ke arah content sehingga siswa Indonesia
menemukan kegembiraan dalam belajar. Penggunaan ICT untuk pendidikan, bukanlah
memindahkan teks buku ke internet atau media lain. Justru yang harus dilakukan
bagaimana membuat materi pelajaran itu sangat mudah dicerna.Ini bisa mudah
dikembangkan dengan menggunakan animasi yang benar-benar bisa disenangi dan dipahami
siswa.
Kekagumannya dengan isi software fisika yang dilihatnya.Software ini dibeli
Osheroff saat berkunjung ke Indonesia tahun 2005 dan memakainya di Universitas
Stanford, Amerika Serikat.Jadi sayang kalau semua fasilitas dan potensi yang
ada tidakdimanfaatkan optimal.Kini, memang sudah zamannya siswa SD akrab dengan
internet dan TIK.
G.
Penting pemahaman internet untuk orangtua dan guru
Bagaimana pun, orangtua dan guru
harus paham beberapa hal mendasar mengenai Internet. Sebab kalau tidak,
orangtua dan guru kemungkinan akan mengalami kesulitan dalam menyikapi anak
didiknya yang sudah Internet-minded. Sebuah kajian mengenai penerapan ICT (Information
and Communication Technology) di sekolah yang di dalamnya termasuk Internet,
menganalisa perubahan-perubahan atau penyesuaian-penyesuaian yang mau tidak mau
harus dilakukan oleh para guru. Dalam bentuk tabel disajikan seperti di bawah ini:
Yang harus diperhatikan dalam
melakukan monitoring atau supervisi penggunaan internet oleh anak adalah:
a. Di mana fasilitas Internet ada di sekolah? Di perpustakaan, ruang Internet, di kelas, di ruang
multi media? Siapa yang
melakukan pengawasan terhadap penggunaan Internet?
b. Bagaimana bunyi peraturan di setiap tempat
tersebut?
c. Apa resiko-resikonya? E-mail berantai? Chatting? Akses ke situs-situs yang tidak sesuai?
Posting hal-hal yang tidak baik mengenai seseorang secara terbuka? Bagaimana dengan kemungkinan pelanggaran hak
cipta?
d. Apakah software filter diaktifkan? Bagaiman cara
kerjanya? Bagaimana dengan resiko filter yang terlalu ketat sehingga situs yang
bermanfaat malah tidak bisa diakses dan sebaliknya bila terlalu longgar
sehingga banyak situs yang tidak cocok yang bisa terakses. Apa yang dilakukan apabila siswa ingin mengakses
situs yang di-blok?
e.
Bagaimana peraturan mengenai
download? Apakah siswa sudah diberitahu mengenai kemungkinan file yang
di-download terkena virus dan kemudian menyebar?
f.
Apakah nama lengkap siswa,
foto, nomor telpon sekolah, rumah, nama orangtua, alamat, dan sebagainya juga
ditampilkan dalam website sekolah?
g.
Bagaimana dengan kemungkinan
mereka akan mendapatkan gangguan dari orang yang tidak bertanggungjawab?
Salah satu langkah paling praktis
yang dapat dilakukan oleh pihak sekolah untuk mengurangi pemanfaatan Internet
untuk kepentingan non-kependidikan adalah dengan memasang filter. Filter ini
bekerja dengan cara menyaring kata-kata atau alamat situs yang sebelumnya sudah
didefinisikan untuk dicegah agar tidak bisa ditampilkan. Misalnya saja kalau
siswa mengetikkan kata-kata seperti ‘sex’, ‘porn’, ataupun ‘breast’ dalam
search engine, maka bisa dipastikan tidak ada website yang dapat ditampilkan.
Bagi keluarga maka biasanya
peraturan untuk anak dalam berinternet: menempatkan komputer di ruang keluarga,
membatasi jam pemakaian, tidak mengakses situs tertentu sesuai dengan
kesepakatan yang telah dibuat, tidak memberikan identitas personal kepada orang
asing atau website yang belum dikenal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar