PERINTIS-PERINTIS SISTEM PENDIDIKAN
NASIONAL
KI HAJAR DEWANTARA DAN MUHAMMAD SYAFEI
A.
ORIENTASI UMUM
1) Sosok Pergerakan Kemerdekaan
Indonesia
a. Karakteristik
Pergerakan kemerdekaan Indonesia
merupakan aksi rakyat Indonesia yang tidak puas terhadap keadaan masyarakat
zaman penjajahan belanda yang dilakukan oleh organisasi secara modern.
Ciri–ciri pergerakan kemerdekaan Indonesia zaman kolonial belanda adalah:
-
Pergerakan tidak berupa aksi yang bertujuan perbaikan
derajat hidup semua tetapi pergerakan yang menuntut perbaikan aspek kehidupan
tertentu seperti ekonomi,keagamaan,dan kewanitaan.
-
Pergerakan tidak berupa
aksi yang bersifat membela kepentingan bangsa Indonesia secara keseluruhan
tetapi juga kedaerahan.
-
Pergerakan tidak berupa aksi yang menggunakan cara menentang
belanda tetapi juga bersifat kooperatif dengan pemerintah kolonial Belanda.
b. Faktor Pendorong
Perlawanan rakyat Indonesia dari
perlawananmelalui perang sudah mengalami perubahan yaitu pergerakan kemerdakaan
Indonesia yang menyebabkan tumbuh dan berkembangnya pergerakan kemerdekaan
Indonesia karena mempunyai faktor pendorong baik secara intern maupun ekstern.
Faktor intern tersebut antara lain :
-
Rasa tidak senang terhadap penjajahan belanda berubah
menjadi rasa senasib sepenanggungan yang bersifat kelompok dan kedaerahan yang
berkenbang menjadi rasa kebangsaan yang menginginkan kemerdekaan.
-
Rakyat bumi putera yang terdidik semakin banyak sehingga
mengakibatkan adanya perluasan pendidikan yang terbatas bagi rakyat,
meningkatkan wawasan dan kemampuan rakyat umi putera berorganisasi secara
modern.
-
Adanya liberalisme dalam kehidupan membuat hilangnya larangan
untuk mengadakan perkumpulan dan pertemuan politik serta adanya dewan
perwakilan rakyat membuat adanya kebebasan berpendapat dan berserikat.
-
Adanya aksi kaum indo peranakan (Indo- Belanda) dengan cara
mendirikan Indische Bon’ di Jakarta tahun 1898 dan Insulinde di Bandung tahun
1907.
Faktor ekstern pendorong tumbuh dan
berkembangnya pergerakan kemerdekaan Indonesia antara lain:
-
Kemenangan jepang terhadap rusia pada tahun 1905
membangkitkan semangat bangsa asia untuk berjuang melawan penjajahan barat.
-
Keberhasilan gerakan turki-muda dalam memperjuangkan
pembaharuan kehidupan politik.
2) Spektrum Pergerakan Kemerdekaan
Indonesia Dan Pendidikan.
a.
Pergerakan Politik
1. Budi Utomo
Didirikan pada tanggal 20 Mei
1908,lahir karena adanya propaganda dr.Dowes Wahidin Sudiro Husada yang
menganjurkan adanya perluasan pendidikan bagi rakyat Indonesia ,serta
organisasi modern petama bangsa Indonesia.
Kongres Pertama di Jogjakarta 5
Oktober 1908
Bertujuan mencapai kemajuan yang
harmonis terutama pengajaran,perdagangan,dan kebudayaan.Pimpinan Budi Utomo
adalah Rajiman Wedyodiningrat dan Wuryaningrat,Dwi Josewoyo dan R.M.A
Suryosuprapto yang dilantik berdasarkan UU pada desember 1916,agustus 1917
dibuka Mei 1918 oleh pemerintah colonial belanda.Budi Utomo berkembang menjasi
organisasi yang bergerak dibidang politik yang bercita- cita mewujudkan
pemerintahan parlemen berdasarkan azas kebangsaan.
2. Sarekat Islam
Didirikan oleh H.Samanhudi pada
tahun 1911 yang mempunyai nama awal sarekat dagang islam yang berdasarkan
koperasi dan bertujuan memajukan perdagangan Indonesia di bawah panji-panji
islam. Pada tahun 1912 mengadakan perubahan anggaran dasar yang bertujuan untuk
memejukan semangat dagang bangsa Indonesia. Memajukan kecerdasan rakyat dan
hidup menurut perintah agama islam, menghilangkan paham-paham yang keliru
tentang agama islam. Ketua sarekat islam H.Samanhudi dan H.O.S Cokroaminoto
sebagai komisarisnya. Sarekat islam terpecah menjadi 2 yaitu Sarekat islam
putih yang moderat dipimpin oleh H.O.S Cokroaminoto dan Sarekat islam merah
yang radikal dipimpin oleh Semaun.
3. De Indische Partij
Perkumpulan pertama di Hindia
Belanda yang memberi tempat semua golongan dapat bekerjasama untuk mencapai
kemakmuran anggota. 6 September 1912 Dr.E.FE Douwes Dekker mendirikan partai
untuk semua bangsa yang bertujuan Indie merdeka,dasarnya national
Indisch,semboyan Indie untuk Indie.bendera Indische berwarna hitam warna kulit
Indier dipojoknya diberi garis-garis hijau sebagai pengharapan dimasa yang akan
datang. Merah berarti keberanian,iru kesetiaan. Tiga pimpinan partai dihukum
dengan di asingkan. Dowes dekker di Timur Kupang,Cipto Mangunkusumo di Belanda,
Ki Hajar Dewantara ke Bangka. Dr. Cipto Mangunkusumo membentuk partai baru
National Indische Partji dan menerbitkan harian bahasa jawa “ Penggugah “ di
Solo. Ki Hajar Dewantara mendirikan perguruan Taman Siswa di Jogja. Dowes
dekker berganti nama menjadi Danu Dirjo Setyabudi mendirikan Institut Ksatryan
di Bandung.
4. Partai Nasional Indonesia
Didirikan di Bandung 4 Juli 1927
dipimpin oleh Sukarno yang di gerakkan oleh Al Gemene Studien Club Bandung.
Partai ini bercita – cita agar Indonesia merdeka dengan melakukan aksi non
kooperatif dan teruka untuk semua golongan. Partai ini mempunyai program
politik, ekonomi,dan social. Program sosialnya berupa memajukan pengajaran yang
bersifat kebangsaan,memperbaiki kedudukan wanita (poligami,perkawinan paksa dan
anak-anak)dll. Karena sepak terjangnya yang revolusioner Sukarno dan beberapa
orang lainnya ditangkap dan dihukum. Sehingga PNI dilarang pada tanggal 17
April 1931.
5. partai – partai yang tumbuh dan
berkembang dalam memperjuangkan Indonesia merdeka. Misalnya Partai Komunis
Indonesia (PKI),Partai Indonesia ( PARTINDO) Gerakan Rakyat Indonesia
(GERINDO)/ Partai Persatuan Indonesia (PARTUNDO),Partai Rakyat Indonesia
(PRI)dll.yang berkaitan dengan pendidikan untuk rakyat bangsa.
b.
Pergerakan Keagamaan
Gerakan keagamaan ini antara lain
yaitu:
1.
Muhammadiyah
Pendiri K.H Ahmad Dahlan pada
tanggal 18 Nopember 1912 yang bercita-cita melepaskan agama islam dari adat istiadat/
kebiasaan yang jelek. Supaya agama islam dapat menyeleraskan diri dengan
perubahan zaman tetapi bersifat muda dan menghindarkan diri dari kelemahan dan
keurukan seperti barang-barang yang dianggap suci,memuliakan kuuran,menuju
dewa-dewa. Muhammadiyah juga bertujuan memajukan pengajaran ilmu agama islam
dan hidup menurut peraturan agama isalam. Untuk mewujudkan tujuan tersebut
dilakukan dengan jalan; 1. mendirikan,memelihara dan membantu sekolah-sekolah
berdasarkan islam.2.membahas pasal-pasal ilmu agaa isalam.3.mendirikan dan
memelihara masji dan langgar. KH.Ahamd Dahlan sejak kecil belajar di
pesantren-pesatren tradisional dan dilanjutkan pelajaran di mekkah selam
beberapa tahun dan mengajar di pesantren yang didirikannya. Usaha –udaha yang
dilakukan KH.Ahmad Dahlan antara lain yaitu:
-
mengubah dan membentulkan arah kiblat masjid-masjid dan
langgar-langgar yang tidak tepat sebagaiman mestinya.
-
Mengajarkan dan menyiarkan agama islam dengan popular tidak
hanya dipesantren saja. Kh .Ahmad Dahlan adalah bapak mubaligh di Jateng. Syech
M.Jamil Jambek adalah bapak mubaligh di Sumatra Tengah.
-
Menberantas Bid’ah dan Khurafat serta adapt istiadat yang
berinteraksi dengan ajaran islam.
-
Mendirikan muhamadiyah dan mengabdikan dirinya kepadanya
hingga meninggal dunia 23 Februari 1923.
2.
Nadlatul Ulama (NU)
Pendiri K.H Hasyim Asy;ari Teu
Ireng, Surabaya 31 Januari 1926. NU adalah organisasi keagamaanyang di pimpin
oleh para ulama dan berorientasi tradisional, NU mempunyai 4 Mazhab yaitu
Syafi’i, Maliki, Hanafi dan Hambali. Tujuan organisasi ini adalah untuk
mengerjakan apa-apa yang menjadikan kemaslahatan untuk agam islam dan untuk
mencapai tujuan diadakan ikhtuar antara lain:
a) Mengadakan perhubungan di antara
ulama-ulama bermazhab diatas.
b) Memelihara kitab-kitab sebelum
dipakai untuk mengajar supaya diketahui apakah kitab itu termasuk ahli sunnah
waljamaah atau ahli bi’ah.
c) Menyiarkan agama islam berdasarkan
pada mazhab tersebut dengan jalan apa saja yang baik.
d) Berpikir memperbanyak
madrasah-madrasah yang berdasarkan agama islam.
e) Meperhatikan hal-hal yang
berhubungan dengan masjid-masjid, surau-surau dan pondok-pondok. Begitu juga
dengan hal ikhwal anak-anak yatim dan orang-orang fakir miskin.
f) Mendirikan badan-badan untuk
memajukan usaha pertanian,perniagaan dan perusahaan yang tidak dilarang oleh
syara agama islam
c.
Pergerakan Wanita
Pelopornya
R.A Kartini (1879-1904),setamat ELS usia 12 tahun tidak dapat melanjutkan
sekolah. Karena adat istiadat, tetapi meskipun begitu beliau masih giat belajar
dan membaca buku. Kartini berhasrat menjadi gurun untuk anak-anak perempuan
para bupati yang di usulkan oleh Abendanon tetapi gagal karena gagasan sekolah
tersebut ditolak pemerintah colonial belanda berdasarkan penolakan dari para
bupati. Beasiswa belajar di negeri belanda yang berhasil diajukan oleh Vankol
untuk kartini dan rukmini adiknya. Karena adapt istiadat.
Cita-cita
dan pandangan kartini tercermin dalam suratnya yang ditulid antara 1899-1904
yang dikumpulkan dan diterbitkan oleh Abendanon dalam buku “ VAN DUISTERNIS TOT
LICHT “ yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh Armin Pane dengan judul
“ HABIS GELAP TERBITLAH TERANG”.
Gagasanya
tentang pendidikan antara lain menyatakan “ Berilah pandidikan kepada bangsa
kita, berilah pandidikan hati dan pikiran kepada wanita,nanti mereka akan
menjadi peserta dalam menunaikan tugas suci, peradaban rakyat kita yang
berjuta-juta,berikanlah ibu-ibu yang tegas dan bijaksana, maka kemajuan bangsa
hanya soal waktu saja “. Sekolah bagi gadis-gadis itu pelajarannya
menjahit,menyulam,memasak dan bahasa jawa diselenggarakan 4 kali dalam seminggu
yang berlangsung dari jam 08.00 sampai 12.30. Kartini meninggal dan hasil
penjual bukunya didirikan perkumpulan dana kartini yang dimaksudkan untuk
mendirikan sekolah kartini antara lain Semarang (1912) Jakarta (1913)Malang
(1916) Madiun dan bogor (1914) Cirebon (19160 Rembang (1918) Pekalongan (
1917)Indramayu (1918) dan Surabaya (1918). Pada tahun 1912 di Jakarta berdiri
perkumpulan putrid Mardika dengan bantuan Budi Utomo yang bertujuan memajukan
pengajaran anak-anak perempuan, mempertinggi sikap merdeka dan teguh serta
melepaskan tindak malu-malu yang berlebihan.
Dewi
Sartika (1884-1947) di Bandung 16 Januari 1904 dengan mendapat bantuan dari
bupati bandung R.A.A. Martanegara dan Ibu Unid Sekolah Istri dibuka di Paseban
kabupaten isi pelajarannya sama dengan pelajaran sekolah umum ditambah dengan
ketrampilan wanita seperti memasak,mencuci,menyetrika dan membatik. Kemudian
berkembang perkumpulan wanita yang bertujuan meningkatkan penghidupan kaum wanita
seperti pawiyatan wanita (1915 Magelang)awnita susilo (Pemalang 1918) wanita
hadi Jepara 1915.
Kongres
perempuan Indonesia pertama diselenggarakan di Jogjakarta pada 22-25 desember
1928 oleh 3 jenis perkumpulan wanita yang berdiri sendiri,gerakan wanita yang
beraliansi dengan organisasi pria dan gerakan pemuda yang bertujuan
mempersatukan cita-cita dan usaha untuk memajukan wanita Indonesia dan
mengadakan gabungan antara perkumpulan wanita tersebut. Sehingga terbentuk
perserikatan perempuan Indonesia(PPI). Bertujuan memberi penerangan dan
perantara kepada yang bergabung di al tuannya dengan mendirikan Studiefonds
untuk anak-anak perempuan yang pandai tetapi tidak mampu,berusaha mengadakan
kursus-kursus kesehatan,menentang perkawinan anak-anak dan memajukan kepandaian
untuk anak-anak.
d.
Pergerakan Pemuda
Pelopornya
Trikoro Dharmo ( Tiga Tujuan Mulia) didirikan di Jakarta 7 Maret 1915 yang
bertujuan mengadakan suatu tempat latihan untuk calon-calon pemimpin nasional.
Memajukan kebudayaan jawa,mempertebal persaudaraan diantara semua suku bangsa
Indonesia. Perkumpulan ini kemudian berubah menjadi Yong Java 1918,Yong Java
mula-mula tidak berpolitik tetapi kemudian mendapat pengaruh dari organisasi
politik yang mengakibatkan anggota Yong Java yang berhaluan islam memidsahkan
diri dan mendirikan Yong Islamieten Bond (1924) kemudian berkembang menjadi
perkumpulan pemida dari daerah lain seperti Yong Sumatranen Bond(1917)Yong
Minahasa (1918)Pemuda Indonesia (1927)Yong Ambon dan Yong Celebes (1918)
perhimpunan pelajar-pelajar Indonesia (1926).
Kongres
pemuda 2 di Jakarta 26-28 Oktober 1928 lahirlah sumpah pemuda dan pada kongres
tersebut dinyayikan lagu kebangsaan Indonesia raya gubahan W.R Supratman untuk
pertama kali pada tahun 1929 Yong Java bersedia berkumpul dengan perkumpulan
lain dan terbentuklah organisasi pemuda lainnya dan terbentuklah organisasi
pemuda yang bernam Indonesia muda.
B.
PERGURUAN NASIONAL
TAMAN SISWA
1.
KI HAJAR DEWANTARA
Nama aslinya R.M Suwardi
Suryadiningrat lahir di Jogjakarta pada tanggal 02 Mei 1889. beliau lahir dari
keluarga bangsawan(cucu paku alam III) yang meninggalkan kebangsaannya untuk
terjun dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia dan berjuang memperbaiki nasib
rakyat, Ki hajar dewantara masuk sekolah dokter jawa di Jakarta sampai tingkat
II.
Ki hajar dewantara memulai karier
perjuangan di lapangan jurnalistik yang dipergunakan sebagai alat memberikan
pendidikan politik kepada rakyat melalui tulisan-tulisannya yang berisi
cita-cita perjuangnya,di harian Sedyo Utomo di Jakarta sebagaii pembantu,harian
bahasa belanda “Middenjava”di Semarang. Kemudian pindah ke Bandung menjadi
Koresponden “ De Expres” pimpinan Dowesdekker,dll. Harian De Expres dan majalah
Het Tijdschrif di Bandung pimpinan Dowesdekker menjadi pelopor lahirnya partai
politik “Indschepartji”yang merupakan partai politik pertama yang tujuannya
adalah Indonesia merdeka yang berdaulat,demokrasi serta kewarganegaraannya yang
tidak membedakan asal kebangsaannya, asal mengakuiindonesia sebagai tanah air
dan kebangsaannya. Pada tahun 1913 partai ini dilarang oleh pemerintah hindia
belanda karena memberikan kritikan tajam terhadap kebijaksanaan pemerintah
colonial belanda pada peristiwa “Peringatan 100 Tahun Kemerdekaan Negeri
Belanda dari Penjajahan Perancis Napoleon” pada tanggal 13 November 1913 dengan
mewajibkan semua rakyat Indonesia turut merayakannya dan membiayainya dengan
sokongan dari rakyat. Hal itu dirasa tidak sangat pantas. Oleh karena itu, Ki
hajar dewantara bersama dokter Cipto Mangunkusumo pada permulaan Juli 1913, membentuk
“Commite tot herdenking van Nederland Honderjarige Vrijheid” (panitia
peringatan 100 tahun kemerdekaan Nederland yang disingkat “Komisi Bumiputera”),
yang bermaksud menyatakan isi hati memprotes adanya perayaan kemerdekaan
tersebut. Brosur protes yang dikeluarkan oleh Ki Hajar Dewantara berjudul “ als
ik eens Nederlander was” atau seandainya aku seorang Belanda, yang pada intinya
memprotes terhadap turut sertanya rakyat bumiputera yang dijajah merayakan
kemerdekaan Negeri Belanda yang menjajahnya. Karena sangat tidak pantas.
Hidup Ki Hajar Dewantara dengan
keluarga di pengasingan sangatlah susah karena tidak mendapat bantuan dari
pemerintah Belanda dengan alasan tidak menuruti putusan pembuangan ke Bangka.
Beliau menjadi redaktur majalah “Hindia Putera”, Yaitu majalah resmi “Indische
Vereeniging”. Dan majalah De Indier dari Indische Partij. Serta terus membantu
surat kabar di Indonesia. Selama di Negeri Belanda, Ki Hajar Dewantara
Memperdalam Ilmu pendidikan melalui kursus-kursus tertulis dan kursus-kursus
malam, sehingga mendapat akte guru dalam bidang jurnalistik, ia memperdalam
pengetahuannya dari S. de Roode, pemimpin surat kabar “De Nieuwe Groene” dalam
seni drama belajar dari ahli seni Herman Kloppers.
Sesudah Empat tahun kurang satu
hari, pada tanggal 17 Agustus 1917, putusan hukuman pembuangan Ki Hajar
Dewantara dicabut, dan boleh kembali ke tanah air sebagai orang bebas. Setelah
pulang dari pembuangan, Ki Hajar Dewan Tara kembali berjuang. Karena pidato dan
tulisan-tulisannya yang tajam melancarkan kritikan terhadap pemerintahan
Kolonial Belanda, maka Ki Hajar Dewantara dihukum dua kali, di semarang,
pertama enam bulan dan kesua tiga bulan satu setengah tahun di semarang,
kemudia pada tahun 1921 pindah ke Jogyakarta. Oleh pejuang politik dan ahli
kebatinan yang bergabung dalam “sarasehan slasa Kliwon” di jogyakarta, yang
terdiri atas R.M Sutatmo suryokusumo dan Ki Hajar Dewantara, di bahas cara-cara
memperjuangkan kemerdekaan perjuangan-perjuangan harus didasari oleh jiwa
merdeka dan jiwa rasional dari bangsa, dan untuk itu harus dimulai sejak dari
anak-anak. Syaratnya adalah pendidikan nasional dan pendidikan merdeka, yang
akan dapat memberi bekal kuat untuk perjuangan kemerdekaan nasional. maka
diputuskanlah bahwa Ki Hajar Dewantara, Sutatmo Suryokusumo, Pronodigdo,
Suryoputro bertugas di lapangan pendidikan anak-anak, Ki Ageng Suryomataram dan
kawan-kawannya bertugas di lapangan pendidikan orangtua dengan melaiui gerakan
kebatinan yang disebut "Ngelmu Begjo ", yang bercita-citakan kebahagiaan
manusia dan perdamaian dunia. Langkah awal dimulai oleh Douwes Dekker yang pada
tahun 1920 mendirikan "Ksatriaan Institut" di Bandung, sebuah sekolah
ekonomi, atas dasar pertimbangan bahwa lapangan pendidikan ekonomi merupakan
salah satu bidang yang sangat penting dalam perjuangan nasional Indonesia yang
masih kurang mendapat perhatian. Setelah mempunyai pengalaman di perguruan
"Adhidarmo" milik R.M Suryopranoto, kakaknya yang terkenal sebagai
raja pemogokan, Ki Hajar Dewantara pada tanggal 3 Juli 1922, mendirikan
Perguruan Nasional Taman Siswa di Jogyakarta. Sejak saat itu sampai akhir
hayatnya 26 April 1959, Ki Hajar Dewantara memelihara dan mengasuhTaman Siswa.
Selama itu, Ki Hajar Dewantara antara lain harus melawan "Wilde Scholen
Ordonantie" (Ordonansi Sekolah Luar) yang sedianya akan diberlakukan mulai
10 Oktober 1932. Dengan keberanian dan penuh tanggung jawab, Ki Hajar Dewantara
pada tanggal 1 Oktober 1S32 mengirim telegram penolakan kepada Gubenur
Jenderal, yang menyatakan apabila ordonanssi tersebut jadi dilaksanakan, Taman
Siswa akan mengadakan perlawanan terus dengan cara tenaga diam yang pada waktu
itu terkenal dengan Lijdelijk verzet, membangkan tidak mengakui sahnya
undang-undang Kolonial yang akan dipaksakan tersebut. Akhirnya ordonansi tersebut
dicabut.
Karena jasa-jasanya, sejak saat
akhir hidupnya sampai wafatnya, Ki Hajar Dewantara mendapat penghormatan dan
penghargaan sebagai berikut:
a) Ditetapkan Pemerintah R.I sebagai
Perintis Kemerdekaan pada tanggal 8 Maret 1955;
b) Mendapat gelar doktor honoris kausa
dalam ilmu kebudayaan dari Universitas Gajah Mada pada tanggal 19 Desember
1956;
c) Diangkat sebagai Perwira Tinggi
anumerta dengan pemakaman negara secara militer pada waktu wafatnya, 26 April
1959;
d) Diangkat oleh Presiden R.I sebagai
Pahlawan Nasional pada tanggal 28 November 1959;
e) Pemerintah R.I menetapkan hari kelahiran Ki
Hajar Dewantara, 2 Mei sebagai Hari Pendidikan Nasional, pada tanggal 16
Desember 1959;
f) Presiden R.I menganugerahkan Bintang
Mahaputera I kepada Ki Hajar Dewantara, pada tanggal 17Agustus 1960;
g) Mendapat anugerah bintang Satya
Lencana Ke merdekaan dari Pemerintah R.I pada tanggal 20 Mei 1961;
Pengaruh Ki Hajar Dewanlara dalam
Perkembangan Pendidikan Nasional
Ki Hajar Dewantara adalah bapak
Pendidikan Nasional Indonesia, karena merupakan orang pertama yang mendirikan
Perguruan Nasional yang didasarkan pada konsep pendidikan yang berjiwa
nasionalisme Indonesia yang bersifat kultural Disamping itu, beberapa konsep
pendidikan Ki Hajar Dewantara masih tetap dipergunakan dalam pcnye lenggaraan
pendidikan nasional Indonesia zaman merdeka. Konsep pendidikan sebagai proses
pembudayaan dipergunakan dalam Tap MPR No II/MPR/1988. Semboyan "Tut wuri
andayani" dijadikan motto Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Prinsip
mengutamakan pemerataan pendidikan dijadikan dasar pembangunan pendidikan.
Perlunya sistem pengajaran nasional dijadikan isi salah satu ayat dari pasal
pendidikan dalam Undang-Undang Dasar 1945. Tetapi hal yang terpenting adalah
jiwa nasionalisme. Ki Hajar Dewantara telah memberi corak dalam perkembangan
pendidikan Nasional Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar