Senin, 26 Januari 2015

PERINTIS-PERINTIS SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL KI HAJAR DEWANTARA DAN MUHAMMAD SYAFEI


PERINTIS-PERINTIS SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL
KI HAJAR DEWANTARA DAN MUHAMMAD  SYAFEI
A.    ORIENTASI UMUM
1)      Sosok Pergerakan Kemerdekaan Indonesia
a.       Karakteristik
Pergerakan kemerdekaan Indonesia merupakan aksi rakyat Indonesia yang tidak puas terhadap keadaan masyarakat zaman penjajahan belanda yang dilakukan oleh organisasi secara modern. Ciri–ciri pergerakan kemerdekaan Indonesia zaman kolonial belanda adalah:

-          Pergerakan tidak berupa aksi yang bertujuan perbaikan derajat hidup semua tetapi pergerakan yang menuntut perbaikan aspek kehidupan tertentu seperti ekonomi,keagamaan,dan kewanitaan.
-           Pergerakan tidak berupa aksi yang bersifat membela kepentingan bangsa Indonesia secara keseluruhan tetapi juga kedaerahan.
-          Pergerakan tidak berupa aksi yang menggunakan cara menentang belanda tetapi juga bersifat kooperatif dengan pemerintah kolonial Belanda.
b.      Faktor Pendorong
Perlawanan rakyat Indonesia dari perlawananmelalui perang sudah mengalami perubahan yaitu pergerakan kemerdakaan Indonesia yang menyebabkan tumbuh dan berkembangnya pergerakan kemerdekaan Indonesia karena mempunyai faktor pendorong baik secara intern maupun ekstern. Faktor intern tersebut antara lain :
-          Rasa tidak senang terhadap penjajahan belanda berubah menjadi rasa senasib sepenanggungan yang bersifat kelompok dan kedaerahan yang berkenbang menjadi rasa kebangsaan yang menginginkan kemerdekaan.
-          Rakyat bumi putera yang terdidik semakin banyak sehingga mengakibatkan adanya perluasan pendidikan yang terbatas bagi rakyat, meningkatkan wawasan dan kemampuan rakyat umi putera berorganisasi secara modern.
-          Adanya liberalisme dalam kehidupan membuat hilangnya larangan untuk mengadakan perkumpulan dan pertemuan politik serta adanya dewan perwakilan rakyat membuat adanya kebebasan berpendapat dan berserikat.
-          Adanya aksi kaum indo peranakan (Indo- Belanda) dengan cara mendirikan Indische Bon’ di Jakarta tahun 1898 dan Insulinde di Bandung tahun 1907.
Faktor ekstern pendorong tumbuh dan berkembangnya pergerakan kemerdekaan Indonesia antara lain:
-          Kemenangan jepang terhadap rusia pada tahun 1905 membangkitkan semangat bangsa asia untuk berjuang melawan penjajahan barat.
-          Keberhasilan gerakan turki-muda dalam memperjuangkan pembaharuan kehidupan politik.

2)      Spektrum Pergerakan Kemerdekaan Indonesia Dan Pendidikan.
a.      Pergerakan Politik
1.      Budi Utomo
Didirikan pada tanggal 20 Mei 1908,lahir karena adanya propaganda dr.Dowes Wahidin Sudiro Husada yang menganjurkan adanya perluasan pendidikan bagi rakyat Indonesia ,serta organisasi modern petama bangsa Indonesia.
Kongres Pertama di Jogjakarta 5 Oktober 1908
Bertujuan mencapai kemajuan yang harmonis terutama pengajaran,perdagangan,dan kebudayaan.Pimpinan Budi Utomo adalah Rajiman Wedyodiningrat dan Wuryaningrat,Dwi Josewoyo dan R.M.A Suryosuprapto yang dilantik berdasarkan UU pada desember 1916,agustus 1917 dibuka Mei 1918 oleh pemerintah colonial belanda.Budi Utomo berkembang menjasi organisasi yang bergerak dibidang politik yang bercita- cita mewujudkan pemerintahan parlemen berdasarkan azas kebangsaan.
2.      Sarekat Islam
Didirikan oleh H.Samanhudi pada tahun 1911 yang mempunyai nama awal sarekat dagang islam yang berdasarkan koperasi dan bertujuan memajukan perdagangan Indonesia di bawah panji-panji islam. Pada tahun 1912 mengadakan perubahan anggaran dasar yang bertujuan untuk memejukan semangat dagang bangsa Indonesia. Memajukan kecerdasan rakyat dan hidup menurut perintah agama islam, menghilangkan paham-paham yang keliru tentang agama islam. Ketua sarekat islam H.Samanhudi dan H.O.S Cokroaminoto sebagai komisarisnya. Sarekat islam terpecah menjadi 2 yaitu Sarekat islam putih yang moderat dipimpin oleh H.O.S Cokroaminoto dan Sarekat islam merah yang radikal dipimpin oleh Semaun.
3.      De Indische Partij
Perkumpulan pertama di Hindia Belanda yang memberi tempat semua golongan dapat bekerjasama untuk mencapai kemakmuran anggota. 6 September 1912 Dr.E.FE Douwes Dekker mendirikan partai untuk semua bangsa yang bertujuan Indie merdeka,dasarnya national Indisch,semboyan Indie untuk Indie.bendera Indische berwarna hitam warna kulit Indier dipojoknya diberi garis-garis hijau sebagai pengharapan dimasa yang akan datang. Merah berarti keberanian,iru kesetiaan. Tiga pimpinan partai dihukum dengan di asingkan. Dowes dekker di Timur Kupang,Cipto Mangunkusumo di Belanda, Ki Hajar Dewantara ke Bangka. Dr. Cipto Mangunkusumo membentuk partai baru National Indische Partji dan menerbitkan harian bahasa jawa “ Penggugah “ di Solo. Ki Hajar Dewantara mendirikan perguruan Taman Siswa di Jogja. Dowes dekker berganti nama menjadi Danu Dirjo Setyabudi mendirikan Institut Ksatryan di Bandung.
4.      Partai Nasional Indonesia
Didirikan di Bandung 4 Juli 1927 dipimpin oleh Sukarno yang di gerakkan oleh Al Gemene Studien Club Bandung. Partai ini bercita – cita agar Indonesia merdeka dengan melakukan aksi non kooperatif dan teruka untuk semua golongan. Partai ini mempunyai program politik, ekonomi,dan social. Program sosialnya berupa memajukan pengajaran yang bersifat kebangsaan,memperbaiki kedudukan wanita (poligami,perkawinan paksa dan anak-anak)dll. Karena sepak terjangnya yang revolusioner Sukarno dan beberapa orang lainnya ditangkap dan dihukum. Sehingga PNI dilarang pada tanggal 17 April 1931.
5.      partai – partai yang tumbuh dan berkembang dalam memperjuangkan Indonesia merdeka. Misalnya Partai Komunis Indonesia (PKI),Partai Indonesia ( PARTINDO) Gerakan Rakyat Indonesia (GERINDO)/ Partai Persatuan Indonesia (PARTUNDO),Partai Rakyat Indonesia (PRI)dll.yang berkaitan dengan pendidikan untuk rakyat bangsa.

b.       Pergerakan Keagamaan
Gerakan keagamaan ini antara lain yaitu:
1.      Muhammadiyah
Pendiri K.H Ahmad Dahlan pada tanggal 18 Nopember 1912 yang bercita-cita melepaskan agama islam dari adat istiadat/ kebiasaan yang jelek. Supaya agama islam dapat menyeleraskan diri dengan perubahan zaman tetapi bersifat muda dan menghindarkan diri dari kelemahan dan keurukan seperti barang-barang yang dianggap suci,memuliakan kuuran,menuju dewa-dewa. Muhammadiyah juga bertujuan memajukan pengajaran ilmu agama islam dan hidup menurut peraturan agama isalam. Untuk mewujudkan tujuan tersebut dilakukan dengan jalan; 1. mendirikan,memelihara dan membantu sekolah-sekolah berdasarkan islam.2.membahas pasal-pasal ilmu agaa isalam.3.mendirikan dan memelihara masji dan langgar. KH.Ahamd Dahlan sejak kecil belajar di pesantren-pesatren tradisional dan dilanjutkan pelajaran di mekkah selam beberapa tahun dan mengajar di pesantren yang didirikannya. Usaha –udaha yang dilakukan KH.Ahmad Dahlan antara lain yaitu:
-          mengubah dan membentulkan arah kiblat masjid-masjid dan langgar-langgar yang tidak tepat sebagaiman mestinya.
-          Mengajarkan dan menyiarkan agama islam dengan popular tidak hanya dipesantren saja. Kh .Ahmad Dahlan adalah bapak mubaligh di Jateng. Syech M.Jamil Jambek adalah bapak mubaligh di Sumatra Tengah.
-          Menberantas Bid’ah dan Khurafat serta adapt istiadat yang berinteraksi dengan ajaran islam.
-          Mendirikan muhamadiyah dan mengabdikan dirinya kepadanya hingga meninggal dunia 23 Februari 1923.
2.      Nadlatul Ulama (NU)
Pendiri K.H Hasyim Asy;ari Teu Ireng, Surabaya 31 Januari 1926. NU adalah organisasi keagamaanyang di pimpin oleh para ulama dan berorientasi tradisional, NU mempunyai 4 Mazhab yaitu Syafi’i, Maliki, Hanafi dan Hambali. Tujuan organisasi ini adalah untuk mengerjakan apa-apa yang menjadikan kemaslahatan untuk agam islam dan untuk mencapai tujuan diadakan ikhtuar antara lain:
a)      Mengadakan perhubungan di antara ulama-ulama bermazhab diatas.
b)      Memelihara kitab-kitab sebelum dipakai untuk mengajar supaya diketahui apakah kitab itu termasuk ahli sunnah waljamaah atau ahli bi’ah.
c)      Menyiarkan agama islam berdasarkan pada mazhab tersebut dengan jalan apa saja yang baik.
d)     Berpikir memperbanyak madrasah-madrasah yang berdasarkan agama islam.
e)      Meperhatikan hal-hal yang berhubungan dengan masjid-masjid, surau-surau dan pondok-pondok. Begitu juga dengan hal ikhwal anak-anak yatim dan orang-orang fakir miskin.
f)       Mendirikan badan-badan untuk memajukan usaha pertanian,perniagaan dan perusahaan yang tidak dilarang oleh syara agama islam

c.       Pergerakan Wanita
Pelopornya R.A Kartini (1879-1904),setamat ELS usia 12 tahun tidak dapat melanjutkan sekolah. Karena adat istiadat, tetapi meskipun begitu beliau masih giat belajar dan membaca buku. Kartini berhasrat menjadi gurun untuk anak-anak perempuan para bupati yang di usulkan oleh Abendanon tetapi gagal karena gagasan sekolah tersebut ditolak pemerintah colonial belanda berdasarkan penolakan dari para bupati. Beasiswa belajar di negeri belanda yang berhasil diajukan oleh Vankol untuk kartini dan rukmini adiknya. Karena adapt istiadat.
Cita-cita dan pandangan kartini tercermin dalam suratnya yang ditulid antara 1899-1904 yang dikumpulkan dan diterbitkan oleh Abendanon dalam buku “ VAN DUISTERNIS TOT LICHT “ yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh Armin Pane dengan judul “ HABIS GELAP TERBITLAH TERANG”.
Gagasanya tentang pendidikan antara lain menyatakan “ Berilah pandidikan kepada bangsa kita, berilah pandidikan hati dan pikiran kepada wanita,nanti mereka akan menjadi peserta dalam menunaikan tugas suci, peradaban rakyat kita yang berjuta-juta,berikanlah ibu-ibu yang tegas dan bijaksana, maka kemajuan bangsa hanya soal waktu saja “. Sekolah bagi gadis-gadis itu pelajarannya menjahit,menyulam,memasak dan bahasa jawa diselenggarakan 4 kali dalam seminggu yang berlangsung dari jam 08.00 sampai 12.30. Kartini meninggal dan hasil penjual bukunya didirikan perkumpulan dana kartini yang dimaksudkan untuk mendirikan sekolah kartini antara lain Semarang (1912) Jakarta (1913)Malang (1916) Madiun dan bogor (1914) Cirebon (19160 Rembang (1918) Pekalongan ( 1917)Indramayu (1918) dan Surabaya (1918). Pada tahun 1912 di Jakarta berdiri perkumpulan putrid Mardika dengan bantuan Budi Utomo yang bertujuan memajukan pengajaran anak-anak perempuan, mempertinggi sikap merdeka dan teguh serta melepaskan tindak malu-malu yang berlebihan.
Dewi Sartika (1884-1947) di Bandung 16 Januari 1904 dengan mendapat bantuan dari bupati bandung R.A.A. Martanegara dan Ibu Unid Sekolah Istri dibuka di Paseban kabupaten isi pelajarannya sama dengan pelajaran sekolah umum ditambah dengan ketrampilan wanita seperti memasak,mencuci,menyetrika dan membatik. Kemudian berkembang perkumpulan wanita yang bertujuan meningkatkan penghidupan kaum wanita seperti pawiyatan wanita (1915 Magelang)awnita susilo (Pemalang 1918) wanita hadi Jepara 1915.
Kongres perempuan Indonesia pertama diselenggarakan di Jogjakarta pada 22-25 desember 1928 oleh 3 jenis perkumpulan wanita yang berdiri sendiri,gerakan wanita yang beraliansi dengan organisasi pria dan gerakan pemuda yang bertujuan mempersatukan cita-cita dan usaha untuk memajukan wanita Indonesia dan mengadakan gabungan antara perkumpulan wanita tersebut. Sehingga terbentuk perserikatan perempuan Indonesia(PPI). Bertujuan memberi penerangan dan perantara kepada yang bergabung di al tuannya dengan mendirikan Studiefonds untuk anak-anak perempuan yang pandai tetapi tidak mampu,berusaha mengadakan kursus-kursus kesehatan,menentang perkawinan anak-anak dan memajukan kepandaian untuk anak-anak.
d.      Pergerakan Pemuda
Pelopornya Trikoro Dharmo ( Tiga Tujuan Mulia) didirikan di Jakarta 7 Maret 1915 yang bertujuan mengadakan suatu tempat latihan untuk calon-calon pemimpin nasional. Memajukan kebudayaan jawa,mempertebal persaudaraan diantara semua suku bangsa Indonesia. Perkumpulan ini kemudian berubah menjadi Yong Java 1918,Yong Java mula-mula tidak berpolitik tetapi kemudian mendapat pengaruh dari organisasi politik yang mengakibatkan anggota Yong Java yang berhaluan islam memidsahkan diri dan mendirikan Yong Islamieten Bond (1924) kemudian berkembang menjadi perkumpulan pemida dari daerah lain seperti Yong Sumatranen Bond(1917)Yong Minahasa (1918)Pemuda Indonesia (1927)Yong Ambon dan Yong Celebes (1918) perhimpunan pelajar-pelajar Indonesia (1926).
Kongres pemuda 2 di Jakarta 26-28 Oktober 1928 lahirlah sumpah pemuda dan pada kongres tersebut dinyayikan lagu kebangsaan Indonesia raya gubahan W.R Supratman untuk pertama kali pada tahun 1929 Yong Java bersedia berkumpul dengan perkumpulan lain dan terbentuklah organisasi pemuda lainnya dan terbentuklah organisasi pemuda yang bernam Indonesia muda.







B.      PERGURUAN NASIONAL TAMAN SISWA

1.      KI HAJAR DEWANTARA
Nama aslinya R.M Suwardi Suryadiningrat lahir di Jogjakarta pada tanggal 02 Mei 1889. beliau lahir dari keluarga bangsawan(cucu paku alam III) yang meninggalkan kebangsaannya untuk terjun dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia dan berjuang memperbaiki nasib rakyat, Ki hajar dewantara masuk sekolah dokter jawa di Jakarta sampai tingkat II.
Ki hajar dewantara memulai karier perjuangan di lapangan jurnalistik yang dipergunakan sebagai alat memberikan pendidikan politik kepada rakyat melalui tulisan-tulisannya yang berisi cita-cita perjuangnya,di harian Sedyo Utomo di Jakarta sebagaii pembantu,harian bahasa belanda “Middenjava”di Semarang. Kemudian pindah ke Bandung menjadi Koresponden “ De Expres” pimpinan Dowesdekker,dll. Harian De Expres dan majalah Het Tijdschrif di Bandung pimpinan Dowesdekker menjadi pelopor lahirnya partai politik “Indschepartji”yang merupakan partai politik pertama yang tujuannya adalah Indonesia merdeka yang berdaulat,demokrasi serta kewarganegaraannya yang tidak membedakan asal kebangsaannya, asal mengakuiindonesia sebagai tanah air dan kebangsaannya. Pada tahun 1913 partai ini dilarang oleh pemerintah hindia belanda karena memberikan kritikan tajam terhadap kebijaksanaan pemerintah colonial belanda pada peristiwa “Peringatan 100 Tahun Kemerdekaan Negeri Belanda dari Penjajahan Perancis Napoleon” pada tanggal 13 November 1913 dengan mewajibkan semua rakyat Indonesia turut merayakannya dan membiayainya dengan sokongan dari rakyat. Hal itu dirasa tidak sangat pantas. Oleh karena itu, Ki hajar dewantara bersama dokter Cipto Mangunkusumo pada permulaan Juli 1913, membentuk “Commite tot herdenking van Nederland Honderjarige Vrijheid” (panitia peringatan 100 tahun kemerdekaan Nederland yang disingkat “Komisi Bumiputera”), yang bermaksud menyatakan isi hati memprotes adanya perayaan kemerdekaan tersebut. Brosur protes yang dikeluarkan oleh Ki Hajar Dewantara berjudul “ als ik eens Nederlander was” atau seandainya aku seorang Belanda, yang pada intinya memprotes terhadap turut sertanya rakyat bumiputera yang dijajah merayakan kemerdekaan Negeri Belanda yang menjajahnya. Karena sangat tidak pantas.
Hidup Ki Hajar Dewantara dengan keluarga di pengasingan sangatlah susah karena tidak mendapat bantuan dari pemerintah Belanda dengan alasan tidak menuruti putusan pembuangan ke Bangka. Beliau menjadi redaktur majalah “Hindia Putera”, Yaitu majalah resmi “Indische Vereeniging”. Dan majalah De Indier dari Indische Partij. Serta terus membantu surat kabar di Indonesia. Selama di Negeri Belanda, Ki Hajar Dewantara Memperdalam Ilmu pendidikan melalui kursus-kursus tertulis dan kursus-kursus malam, sehingga mendapat akte guru dalam bidang jurnalistik, ia memperdalam pengetahuannya dari S. de Roode, pemimpin surat kabar “De Nieuwe Groene” dalam seni drama belajar dari ahli seni Herman Kloppers.
Sesudah Empat tahun kurang satu hari, pada tanggal 17 Agustus 1917, putusan hukuman pembuangan Ki Hajar Dewantara dicabut, dan boleh kembali ke tanah air sebagai orang bebas. Setelah pulang dari pembuangan, Ki Hajar Dewan Tara kembali berjuang. Karena pidato dan tulisan-tulisannya yang tajam melancarkan kritikan terhadap pemerintahan Kolonial Belanda, maka Ki Hajar Dewantara dihukum dua kali, di semarang, pertama enam bulan dan kesua tiga bulan satu setengah tahun di semarang, kemudia pada tahun 1921 pindah ke Jogyakarta. Oleh pejuang politik dan ahli kebatinan yang bergabung dalam “sarasehan slasa Kliwon” di jogyakarta, yang terdiri atas R.M Sutatmo suryokusumo dan Ki Hajar Dewantara, di bahas cara-cara memperjuangkan kemerdekaan perjuangan-perjuangan harus didasari oleh jiwa merdeka dan jiwa rasional dari bangsa, dan untuk itu harus dimulai sejak dari anak-anak. Syaratnya adalah pendidikan nasional dan pendidikan merdeka, yang akan dapat memberi bekal kuat untuk perjuangan kemerdekaan nasional. maka diputuskanlah bahwa Ki Hajar Dewantara, Sutatmo Suryokusumo, Pronodigdo, Suryoputro bertugas di lapangan pendidikan anak-anak, Ki Ageng Suryomataram dan kawan-kawannya bertugas di lapangan pendidikan orangtua dengan melaiui gerakan kebatinan yang disebut "Ngelmu Begjo ", yang bercita-citakan kebahagiaan manusia dan perdamaian dunia. Langkah awal dimulai oleh Douwes Dekker yang pada tahun 1920 mendirikan "Ksatriaan Institut" di Bandung, sebuah sekolah ekonomi, atas dasar pertimbangan bahwa lapangan pendidikan ekonomi merupakan salah satu bidang yang sangat penting dalam perjuangan nasional Indonesia yang masih kurang mendapat perhatian. Setelah mempunyai pengalaman di perguruan "Adhidarmo" milik R.M Suryopranoto, kakaknya yang terkenal sebagai raja pemogokan, Ki Hajar Dewantara pada tanggal 3 Juli 1922, mendirikan Perguruan Nasional Taman Siswa di Jogyakarta. Sejak saat itu sampai akhir hayatnya 26 April 1959, Ki Hajar Dewantara memelihara dan mengasuhTaman Siswa. Selama itu, Ki Hajar Dewantara antara lain harus melawan "Wilde Scholen Ordonantie" (Ordonansi Sekolah Luar) yang sedianya akan diberlakukan mulai 10 Oktober 1932. Dengan keberanian dan penuh tanggung jawab, Ki Hajar Dewantara pada tanggal 1 Oktober 1S32 mengirim telegram penolakan kepada Gubenur Jenderal, yang menyatakan apabila ordonanssi tersebut jadi dilaksanakan, Taman Siswa akan mengadakan perlawanan terus dengan cara tenaga diam yang pada waktu itu terkenal dengan Lijdelijk verzet, membangkan tidak mengakui sahnya undang-undang Kolonial yang akan dipaksakan tersebut. Akhirnya ordonansi tersebut dicabut.
Karena jasa-jasanya, sejak saat akhir hidupnya sampai wafatnya, Ki Hajar Dewantara mendapat penghormatan dan penghargaan sebagai berikut:
a)      Ditetapkan Pemerintah R.I sebagai Perintis Kemerdekaan pada tanggal 8 Maret 1955;
b)      Mendapat gelar doktor honoris kausa dalam ilmu kebudayaan dari Universitas Gajah Mada pada tanggal 19 Desember 1956;
c)      Diangkat sebagai Perwira Tinggi anumerta dengan pemakaman negara secara militer pada waktu wafatnya, 26 April 1959;
d)     Diangkat oleh Presiden R.I sebagai Pahlawan Nasional pada tanggal 28 November 1959;
e)       Pemerintah R.I menetapkan hari kelahiran Ki Hajar Dewantara, 2 Mei sebagai Hari Pendidikan Nasional, pada tanggal 16 Desember 1959;
f)       Presiden R.I menganugerahkan Bintang Mahaputera I kepada Ki Hajar Dewantara, pada tanggal 17Agustus 1960;
g)      Mendapat anugerah bintang Satya Lencana Ke merdekaan dari Pemerintah R.I pada tanggal 20 Mei 1961;

Pengaruh Ki Hajar Dewanlara dalam Perkembangan Pendidikan Nasional
Ki Hajar Dewantara adalah bapak Pendidikan Nasional Indonesia, karena merupakan orang pertama yang mendirikan Perguruan Nasional yang didasarkan pada konsep pendidikan yang berjiwa nasionalisme Indonesia yang bersifat kultural Disamping itu, beberapa konsep pendidikan Ki Hajar Dewantara masih tetap dipergunakan dalam pcnye lenggaraan pendidikan nasional Indonesia zaman merdeka. Konsep pendidikan sebagai proses pembudayaan dipergunakan dalam Tap MPR No II/MPR/1988. Semboyan "Tut wuri andayani" dijadikan motto Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Prinsip mengutamakan pemerataan pendidikan dijadikan dasar pembangunan pendidikan. Perlunya sistem pengajaran nasional dijadikan isi salah satu ayat dari pasal pendidikan dalam Undang-Undang Dasar 1945. Tetapi hal yang terpenting adalah jiwa nasionalisme. Ki Hajar Dewantara telah memberi corak dalam perkembangan pendidikan Nasional Indonesia.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PERINTIS-PERINTIS SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL KI HAJAR DEWANTARA DAN MUHAMMAD SYAFEI

PERINTIS-PERINTIS SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL KI HAJAR DEWANTARA DAN MUHAMMAD   SYAFEI A.     ORIENTASI UMUM 1)       Sosok Pergera...