LENGKAPILAH
ARTIKEL ILMIAH DI ABAWAH INI MENJADI ARTIKEL YANG MENARIK
OBAT
HERBAL DAUN SIRSAK UNTUK PENYAKIT KANKER
BAB
1
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Berdasarkan
buku Panduandirektorat
Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Direktorat Jenderal Pendidikan
Tinggi Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan tahun 2013 lulusan sebuah
perguruan tinggi dituntut untuk memiliki academic knowledge, skill of
thinking,management skill, dan communication skill. Berdasarkan
uraian di atas Susianna
(2003) memaparkan, perkembangan optimal dari kemampuan berpikir kreatif
peserta didik dalam lingkungan pembelajaran berhubungan erat dengan cara guru
mengajar. Pola pengajaran dan interaksi yang lebih memberi kepercayaan,
penghargaan dan dorongan terhadap kemampuan peserta didik untuk mencari
pemecahan masalah dari setiap kasus pengajaran yang dihadapi akan lebih
membangkitkan keberanian untuk mencoba, mengemukakan dan mengkaji gagasan atau
cara-cara baru yang merupakan benih terciptanya kemampuan kreativitas.
Penyakit kanker khususnya kanker payudara merupakan penyakit yang mematikan yang sampai saat ini belum ditemukaan obatnya. Seperti diwartakan di okezone tanggal 30 Oktober 2013 beberapa jenis kanker yang banyak menyebabkan orang meninggal adalah kanker yang menyerang paru- paru, payudara dan prostat (okezone.com, 2007). Kanker paru-paru merupakan jenis kanker yang dapat menyerang siapa saja, baik wanita maupun pria. Kanker payudara merupakan penyakit yang disebabkan oleh keganasan sel-sel yang terdapat pada jaringan payudara. Menurut penelitian di Indonesia pada saat ini kanker payudara merupakan penyakit yang mematikan bagi wanita setelah penyakit kanker leher rahim. Umumnya kanker payudara menyerang wanita yang berusia lebih dari 40 tahun, tetapi wanita muda bisa juga terserang kanker ini.
Penyakit kanker khususnya kanker payudara merupakan penyakit yang mematikan yang sampai saat ini belum ditemukaan obatnya. Seperti diwartakan di okezone tanggal 30 Oktober 2013 beberapa jenis kanker yang banyak menyebabkan orang meninggal adalah kanker yang menyerang paru- paru, payudara dan prostat (okezone.com, 2007). Kanker paru-paru merupakan jenis kanker yang dapat menyerang siapa saja, baik wanita maupun pria. Kanker payudara merupakan penyakit yang disebabkan oleh keganasan sel-sel yang terdapat pada jaringan payudara. Menurut penelitian di Indonesia pada saat ini kanker payudara merupakan penyakit yang mematikan bagi wanita setelah penyakit kanker leher rahim. Umumnya kanker payudara menyerang wanita yang berusia lebih dari 40 tahun, tetapi wanita muda bisa juga terserang kanker ini.
Kanker prostat adalah tumor ganas yang
tumbuh pada prostat, kelenjar seukuran kacang walnut dibawah kandung kemih pria
yang fungsinya memproduksi sperma. Sebagian besar kanker prostat tumbuh sangat
lambat namun merupakan kanker ganas, dan kanker dapat menyebar ke bagian tubuh
lain, khususnya tulang dan kelenjar getah bening.
Sebaiknya mulai sekarang
berhati-hatilah dalam menjaga dan merawat tubuh, karena suatu penyakit dapat
menyerang siapapun dan kapan pun dan mungkin juga tanpa kita sadari. Hingga saat ini banyak terdapat kelompok pegiat kanker yang meneliti, misalnya hasil riset Amerika Serikat
yang mengemukakan bahwa, jumlah kasus-kasus kanker di negara-negara
maju sebanyak 5,4 juta kasus dan 2,9 kasus di antaranya berakhir dengan
kematian. Sementara 6,7 kasus kanker dan 4,7 kasus di antaranya meninggal dunia
di negara-negara berkembang. Proyeksi angka ini didasarkan pada data tentang
kasus insiden dan kematian yang di kompilasi oleh Lembaga Riset Kanker
Internasional (International Agency For Research on Cancer) (Okezone.com, 2011).
Daun tanaman sirsak juga memiliki banyak manfaat. Riset
yang dilakukan pada awal 1990-an, ditemukan 34 senyawa
Cytotoxic pada daun sirsak yang mampu menghambat hingga membunuh sel-sel tubuh
yang mengalami pertumbuhan tidak normal (sel kanker). (International Agency For
Research on Cancer) (Okezone.com,
2011).
Ahli medis menyebutkan bahwa kandungan senyawa yang
terdapat di dalam daun sirsak dapat mengangkat kanker dan juga sel-sel aktif
dalam kandungan tersebut bisa membunuh sel-sel kanker dalam tubuh tanpa
menyerang sel-sel sehat lainnya.
Daun sirsak juga mengandung zat annonaceous
acetogenins yang mampu 10.000 kali lebih kuat membunuh sel-sel kanker daripada
zat adriamycin, yang biasa dipakai dalam pengobatan kemoterapi. Zat acetogenins
dapat membunuh sel- sel
kanker tanpa
merusak atau mengganggu sel-sel tubuh yang sehat. Hal ini telah diteliti di
Laboratorium Health Sciences Institute, Amerika Serikat di bawah pengawasan the
National Cancer Institute, Amerika Serikat (Okezone.com, 2011). Daun
sirsak bisa membunuh sel kanker akan tetapi jangan langsung mengkonsumsi olahan
daun sirsak sebagai obat, sebaiknya mengkonsultasikan terlebih dahulu kepada
dokter karena dikhawatirkan orang yang mengkonsumsi daun sirsak ini memiliki
alergi terhadap olahan daun sirsak ini.
Berdasarkan
uraian diatas, maka kami tertarik untuk mengambil judul “Obat
Herbal Daun Sirsak Untuk Penyakit Kanker” dalam Program Kreativitas Mahasiswa ( PKM)
Penelitian.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, kami mengambil rumusan masalah sebagai berikut :
1.
Kandungan yang apa saja
yang ada di dalam daun sirsak?
2.
Bagaimana cara mengolah
daun sirsak untuk pengobatan kanker?
1.3 Tujuan
Penelitian
Berdasarkan
rumusan masalah di atas maka tujuan tujuan PKM-P ini adalah:
1.
Untuk mengetahui apa saja
kandungan yang terdapat di dalam daun sirsak
2.
Untuk mengetahui cara
pengolahan daun sirsak sebagai obat kanker
1.3.
Luaran Penelitian
Luaran dari PKM-P yaitu untuk
membuat:
1.
Apakah ekstrak daun sirsak
dapat dijadikan sebagai alternatif herbal pencegah kanker
2. Terciptanya peluang usaha mandiri yang
bergerak disektor home industri yang mengacu pada bidang kesehatan.
2.4. Manfaat Penelitian
Manfaat dari Program Kreativitas Mahasiswa PKM-P
ini adalah :
1.
Melatih mahasiswa agar
dapat memanfaatkan apa yang ada di lingkungan sekitarnya
2.
Untuk melatih mahasiswa
agar dapat berwirausaha
BAB
2
TINJAUAN
PUSTAKA
1.1.Sirsak
Sirsak
(Annona muricata L.) merupakan salah jenis tanaman dari familia
Annonaceae yang mempunyai manfaat besar bagi kehidupan manusia, yaitu sebagai
tanaman buah yang syarat dengan gizi dan merupakan bahan obat tradisional.
Dalam industri makanan, sirsak dapat diolah menjadi selai buah, sari buah,
sirup dan dodol sirsak (Jannah, 2010). Buah sirsak
memang menawarkan berbagai kandungan positif bagi kesehatan manusia, mulai dari
buahnya, daunnya, bahkan pohonnya. Telah banyak diketahui bahwa buah sirsak
banyak mengandung vitamin C, kandungan serat dan nutrisi penting lainnya banyak
terkandung dalam buah yang banyak ditemui di negara Tropis ini. Indonesia
merupakan salah satu negara yang mempunyai pohon sirsak yang banyak. Tapi
ternyata pemanfaatannya hanya sebatas pada buahnya saja, ini karena kurangnya
pengetahuan tetang manfaat daun sirsak.
Tanaman
sirsak banyak digunakan sebagai tanaman obat, karena tanaman ini memiliki
banyak khasiat dan digunakan sebagai obat dalam penyembuhan maupun pencegahan
penyakit. Pengertian berkhasiat obat adalah mengandung zat aktif yang berfungsi
mengobati penyakit tertentu dan juga mengandung efek yang sinergis dari
berbagai zat yang berfungsi mengobati (Flora, 2008). Penggunaan
sirsak sebagai obat-obatan sebenarnya bukan merupakan suatu hal yang baru di
Indonesia. Secara turun temurun, sirsak telah digunakan oleh sebagian
masyarakat Indonesia untuk mengobati beberapa penyakit. Seperti di daerah Sunda
buah sirsak muda digunakan untuk obat penurun tekanan darah tinggi dan di Aceh
buah sirsak digunakan sebagai obat hepatitis dan daunnya sebagai obat batuk
(Mardiana dan Ratnasari, 2011).
Kandungan
kimia jenis-jenis dari suku Annonaceae terdiri dari dua golongan yaitu non
alkaloid dan alkaloid. Golongan non alkaloid yang telah diketahui adalah
sukrosa, glukosa, fruktosa yang terdapat pada “pulp” serta gliserides yang
dapat menyebabkan kematian pada serangga.
Alkaloid merupakan suatu basa organik
yang mengandung unsur Nitrogen (N) pada umumnya berasal dari tanaman, yang
mempunyai efek fisiologis kuat terhadap manusia. Kegunaan senyawa alkaloid
dalam bidang farmakologi adalah untuk memacu sistem syaraf, menaikkan tekanan
darah, dan melawan infeksi mikrobial (Pasaribu, 2009).
Golongan alkaloid yang ditemukan pada tanaman ini meliputi beberapa senyawa
dari golongan benzil-tetrahidro-isoquinolin dan salah satunya adalah liriodin
yang bersifat antitumor, antibakteri dan antijamur (Laboef dkk., 1982 dalam Rahayu
dkk., 1993).
Selanjutnya
Mangan (2009) menyatakan kandungan kimia dari sirsak adalah saponin, flavonoid,
tanin, kalsium, fosfor, hidrat arang, vitamin (A, B, dan C), fitosterol,
Ca-oksalat dan alkaloid murisine. Salah
satu kandungan kimia sirsak yang berperan penting untuk obat adalah flavonoid.
Flavonoid merupakan salah satu metabolit sekunder dan keberadaannya pada daun
tanaman dipengaruhi oleh proses fotosintesis sehingga daun muda belum terlalu
banyak mengandung flavonoid. Flavonoid merupakan senyawa bahan alam dari
golongan fenolik (Markham, 1988 dalam Sjahid 2008). Manfaat flavonoid
dalam tubuh manusia adalah sebagai antioksidan sehingga sangat baik digunakan
untuk pencegahan kanker, melindungi struktur sel, meningkatkan efektivitas
vitamin C,antiinflamasi, mencegah keropos tulang
dan antibiotik. Dalam kebanyakan kasus, flavonoid dapat berperan secara
langsung sebagai antibiotik dengan menggangu fungsi organisme seperti bakteri
atau virus (Subroto dan Saputro, 2006). Berdasarkan pendapat di atas selain
flavonoid, kimia sirsak yang juga
dimanfaatkan sebagai obat adalah tanin. Tanin merupakan senyawa metabolit
sekunder yang sering ditemukan pada tanaman. Tanin merupakan astrigen,
polifenol, berasa pahit, dapat mengikat dan mengendapkan protein serta larut
dalam air (terutama air panas). Umumnya tanin digunakan untuk pengobatan
penyakit kulit dan sebagai antibakteri.
Daun
sirsak banyak mengandung zat aktif yang berkhasiat, di antaranya annocatalin,
annohexocin, annonacin, annomuricin, annomurine, anonol, caclourine, gentisic
acid, gigantetronin, linoleic acid, dan muricapentocin. Selama ini daun sirsak
diketahui khasiatnya secara tradisional yang berkhasiat untuk mengobati
berbagai penyakit.( Ersi Herliana, STP dan Nila Rifai, ST, MM. 2011 ). Adapun khasiat daun
sirsak masih memiliki kegunaan yang lainnya yaitu mampu untuk menangkal radikal
bebas, mengeringkan sel kanker, menyembuhkan peradangan dalam tubuh seperti
mengobati radang tenggorokan, usus, pencernaan, diabetes miletus, ambeien,
mencegah serta menyembuhkan asam urat, menyembuhkan kadar kolestrol jahat yang
tinggi, serta ada juga khasiat dari daun sirsak ini di antaranya mampu untuk
mencegah kanker, mengatasi sakit pinggang, mengobati asam urat, mengobati eksim
dan rematik.
Ramuan
daun sirsak sebagai obat anti kanker, cara pengolahannya adalah Daun sirsak
10-15 lembar direbus dalam 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Rebusan ini
disaring dan diminum 2 kali sehari. ( Ersi Herliana, STP dan Nila Rifai, ST,
MM. 2011 ). Atau dengan memanfaatkan daun sirsak
kering 10-15 lembar direbus dengan 2 gelas air (400 cc) sehingga tersisa 1
gelas air rebusan. Proses perebusan membutuhkan waktu 1-1,5 jam saja. Proses
pengeringan sebaiknya tidak dilakukan di bawah sinar matahari terik karena
dikhawatirkan akan merusak senyawa dalam daun sirsak. Pengolahan
daun sirsak lainnya yaitu dengan cara memblender 3-5 lembar daun sirsak basah
dengan menambahkan ¼ gelas air (50 cc) air hangat untuk membantu proses
penghancuran. Sebelum diblender, daun sebaiknya dipotong menjadi 3-4 bagian
agar lebih cepat hancur. Setelah hancur, masukkan daun ke wadah dengan penutup
rapat, lalu tambahkan 1 gelas air panas ke dalamnya dan aduk sampai rata. Tutup
wadah dengan rapat agar panas tetap terjaga dan proses ekstraksi senyawa dapat
maksimal. Biarkan selama 15-20 menit, setelah itu saring olahan untuk diambil
airnya dan minum selagi hangat. (Okezone, 2011)
BAB III
METODE PENELITIAN
METODE PENELITIAN
3.1 Bahan Penelitian
Bahan
Penelitian
a.
Daun Sirsak
b.
Air bersih
c.
Gula jawa
Peralatan
Peneltian
- Botol Kemasan minuman 500 ml
- Label Minuman
- Oven untuk memanaskan daun sirsak
- saringan
.
3.2 Tahapan Penelitian
- Cara pembuatan
- Mensortasi bahan baku ( pemilihan daun sirsak yang
baik dan benar atau tidak cacat dan tidak busuk ).
a. Mencuci
daun sirsak dilakukan untuk membersihkan kotoran-kotoran yang menempel pada
daun.
b.
Proses pembuatan.
- Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan.
- Menghidupkan kompor atau kompor gas.
-
Menuangkan 3 gelas air bersih ke dalam panci dan metakkan di ataszkompor.
- Memasukkan 10-15
lembar daun sirsak ke dalam panci.
- Merebus selama 20-30
menit, hingga tersisa satu gelas.
- Setelah jadi, rebusan
ini disaring dan dimasukkan ke dalam gelas,
air rebusan siap diminum.
a.
Setelah 15 menit responden meminum air rebusan
tersebut, kemudian melakukan check up
ulang.
b.
Dan mencatat hasilnya.
3.3
Teknik Pengumpulan Data
Data
yang dikumpulkan adalah data awal dan data terakhir pengecekan kanker pada
responden langsung. Data awal yang digunakan untuk mengetahui seberapa besar
sel kanker sebelum mengkonsumsi rebusan daun sirsak. Dan data akhir pengecekan
dilakukan setelah selang waktu 15 menit responden mengkonsumsi rebusan daun
sirsak tersebut.
3.4
Analisis Data
Analisis data
disini dengan membandingkan hasilnya, dari data awal dengan data akhir.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar